Tunjangan Lebaran Belum Cair, Anggota DPRD Maluku Tengah Pecahkan Kaca

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 03 Apr 2024 06:56 WIB

Dua angoota DPRD mengamuk dan melempari kaca Gedung DPRD Maluku Tengah lantaran tunjungan lebaran tak kunjung dicairkan. Ilustrasi personil DPRD pecahkan kaca gedung di Maluku Tengah imbas tunjangan lebaran belum cair. (Istockphoto/ imagedepotpro)

Maluku Tengah, CNN Indonesia --

Dua personil Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tengah, Maluku mengamuk dan melempari kaca Gedung DPRD Maluku Tengah hingga pecah lantaran tunjangan lebaran 2024 tak kunjung dicairkan pada Selasa (2/4) siang.

Dua personil DPRD itu diketahui berjulukan Jen Marasabessy dan Faisal Tawainella. Mereka berasal dari Partai Hanura Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Salahutu dan Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah.

Mereka mengamuk lantaran tunjangan lebaran belum juga dikucurkan padahal hari raya Idul Fitri tinggal menghitung hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mohon maaf, ini bukan soal ras alias apa dan segalanya ketika personil DPRD khususnya basudara Kristen ketika Natal kemarin hak-hak mereka dieksekusi. Tapi kok kita muslim lama cair," ujar Jen Marasabessy di Gedung DPRD Maluku Tengah.

Aksi lempari kaca Gedung DPRD, kata dia, lantaran jengkel dengan salah satu unsur ketua DPRD Maluku Tengah nan menyebut bahwa saldo kas wilayah sementara mengalami defisit namalain kosong sehingga kemungkinan tunjangan lebaran untuk personil DPRD tak kunjung dibayarkan.

Mediasi dengan ketua DPRD mengenai tunjangan lebaran tak membuahkan hasil karena mereka tidak berada ditempat. Akhirnya, dua personil DPRD melempari kaca pintu masuk Gedung DPRD dengan balok kayu, batu hingga kursi.

"Saya tegaskan disini kita sudah masuk dalam suasana lebaran. Kita tetap punya kebutuhan-kebutuhan nan lain belum lagi kita bicarakan kebutuhan family alias konstituen," tambah Jen.

CNNIndonesia.com sudah mengontak Sekwan DPRD DPRD Kabupaten Maluku Tengah mengenai kasus tersebut namun nan berkepentingan belum merespons.

(sai/DAL)

[Gambas:Video CNN]