Peringati Isra Mi’raj Ketua Komisi I DPRD Lamsel Sampaikan Sekelumit Sejarah Perjalanan Rasulullah Saw

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Kilasnusantara.id, Lamsel — Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa krusial dalam sejarah Islam. Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah shalat lima waktu dari Allah SWT

Isra’ sendiri merupakan peristiwa nan menceritakan perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Sementara ‘mi’raj’ merupakan perjalanan Rasulullah SAW dari Bumi menuju langit ke-6 untuk menerima perintah Allah SWT.

Itulah sekelumit tausiyah nan disampaikan Konco Yasinan sekaligus Ketua Komisi I DPRD Lampung Selatan, Dwi Riyanto saat memperingati Isra Miraj 1445 H nan dipusatkan Musholla Al-Hikmah Desa Triharjo Kecamatan Merbau Rabu (7/2/2014) malam.

Isra Miraj terjadi saat ‘amul huzni’ alias tahun kesedihan, ialah kesedihan Nabi atas meninggalnya Khadijah nan telah 28 tahun mendampinginya.

Serta kesedihan atas meninggalnya Abu Thalib nan merupakan om Nabi nan selalu membelanya atas ancaman kaum quraisy.

Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Sidrotul Muntaha menghadap Allah melalui peristiwa Isra’ Miraj, untuk menjemput perintah Salat lima waktu, menunjukan bahwa perintah Salat adalah tanggungjawab nan menentukan ibadah lainnya.

“Jika tanggungjawab Salat di abaikan oleh umat Islam maka ibadah lainnya menjadi tidak berarti. Konco Yasinan itu mengumpamakan seperti rumah nan tidak bertiang. Karena Salat merupakan hubungan vertical seorang hamba kepada Allah SWT nan kudu di jaga kekokohannya. Sehingga telepon nan kudu terus tersambung, ialah 24434, dengan tanggungjawab melaksanakan Salat subuh 2 rakaat, Zuhur 4 rakaat, Ashar 4 rakaat, Maghrib 3 rakaat, dan Isya 4 rakaat.”kata dalam tausiyahnya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi I Dwi Riyanto juga membujuk untuk selalu berpatokan pada QS Al Baqarah 45 nan intipati untuk selalu menjadikan sifat sabar dan menegakkan Sholat dalam upaya menolong diri sendiri.

“Sabar dalam pengertian menahan dan mencegah emosi, tidak berkeluh kesah, serta menghindari perilaku tak terarah.”

Sementara itu Ketua panitia Tanti nan sekaligus isteri kadus menyampaikan ucapakan terimakasih atas kerjasama penduduk dalam penyelenggaraan acara.

“Saya atas nama pribadi dan seluruh panitia serta para jama’ah mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat dan jama’ah hingga aktivitas ini dapat melangkah dengan sukses, semoga Allah membalas semua kebaikan dan shodaqoh bapak ibu semuanya.”ucapnya.

Diketahui aktivitas nan diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an itu di akhiri dengan bersholawat oleh group sholawat Jamiatul Ummi nan ikuti oleh ratusan jama’ah.