Kementan Minta Bulog Fokus Serap Gabah-Jagung daripada Daging Kerbau

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertanian (Kementan) ikut menanggapi keluhan Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi nan mendapat izin impor daging kerbau tahun ini.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Syamsul Ma'arif menuturkan Bulog sebaiknya konsentrasi untuk menyerap gabah dan jagung petani saja.

Ia mengatakan saat ini beban Bulog sangat berat. Untuk menyerap hasil panen jagung dan gabah petani saja tidak sanggup, sehingga sebaiknya tidak menambah beban perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Importasi jutaan ton beras saat ini sepertinya belum maksimal. Begitu pula serap jagung tetap macet. Sebaiknya konsentrasi bisnisnya membantu petani dalam negeri. Toh impor daging kerbau juga dilakukan oleh BUMN juga," ujar Syamsul melalui keterangan resmi, Selasa (3/4).

Ia menjelaskan sesuai hasil rakortas nan dikoordinasikan oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 28 Maret 2024, diputuskan izin impor daging kerbau hanya diberikan pada PT Berdikari dan PT PPI.

"Jadi begitu keputusan pemerintah selaku regulator," imbuhnya.

Menteri Pertanian Andi Amran sebelumnya juga meminta Bulog memperkuat penyerapan dan pengedaran hasil panen raya petani. Bulog diharapkan bisa membeli gabah panen dengan nilai nan menguntungkan bagi para petani.

Menurut Amran, saat ini Kementan tengah konsentrasi pada pemenuhan pangan dalam negeri untuk menekan kebijakan impor. Dua di antara komoditas nan ditargetkan adalah padi dan jagung sebagai komoditas strategis nasional.

"Jangan sampai kita terlalu antusias pada impor daging kerbau tapi serap gabah dan jagung hasil panen raya petani malah tidak berdaya," kata dia.

Belakangan, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengungkapkan pihaknya tak mendapat izin impor daging kerbau tahun ini. Padahal, pihaknya sudah mengusulkan izin sejak awal tahun.

Saat ditanya argumen kenapa Bulog tidak bisa mendapatkan izin impor, Bayu enggan menjawabnya. "Jangan nanya ke Bulog, tanya ke orang nan punya otoritas di bagian daging," ucapnya di Jakarta, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (2/4).

Bayu menuturkan sejak awal 2024 pihaknya telah mengusulkan izin impor daging kerbau sebanyak 100 ribu ton. Namun, sampai dengan H-8 jelang Lebaran Idul Fitri, Bulog tetap belum mendapatkan izin importasi tersebut.

Padahal, daging kerbau impor nan didatangkan Bulog kerap menjadi primadona alias ramai diborong masyarakat saat menjelang Idul Fitri.

"Iya, betul (dia primadona), banyak dicari (masyarakat). Jadi silahkan ditanya saja lah nan punya otoritas perdagingan, Bulog otorisasinya kan lebih banyak di beras," ucap Bayu.

[Gambas:Video CNN]

(mrh/sfr)