Arjuna Mencari Cinta dan Karya Peninggalan Yudhistira Massardi

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sastrawan Yudhistira ANM Massardi meninggal bumi pada Selasa (2/4). Kabar duka itu disampaikan lewat unggahan para personil family di media sosial, salah satunya adalah musisi Iga Massardi selaku anak.

Ia mengunggah foto satu telapak tangan menggenggam telapak tangan lain nan tampak mengenakan selang infus. Vokalis Barasuara itu menuliskan "1954-2024" sebagai takarir foto. Angka itu merujuk pada tahun lahir dan tutup usia sang ayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kafka Massardi selaku anak juga mendetailkan berita duka itu di media sosial. Tak banyak nan dia sampaikan lewat cuitan di X.

"Telah wafat ayah kami Yudhistira Mulyana bin Massardi pada pukul 21.12 WIB di RSUD Kota Bekasi," tulisnya sembari meletakkan rencana pemakaman ayah.

Semasa hidupnya, Yudhistira Massardi dikenal sebagai sastrawan nan banyak menulis buku, cerpen, naskah sinetron, novel hingga puisi.

[Gambas:Video CNN]

Berdasarkan arsip Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sastrawan berjulukan komplit Yudhistira Ardi Nugraha Moelyana Massardi itu telah menulis karya sastra sejak sekolah dasar (SD).

Karya tulisnya mulai dipublikasikan ketika SMP, seperti Aku Cinta Padamu, di Warta Minggu. Kala itu, Yudhistira Massardi disebut lebih sering menggunakan nama pena Yan dalam mempublikasikan tulisannya.

Hal tersebut terus dia lakukan hingga memenangkan sayembara mengarang, seperti dari DKJ melalui sandiwara Wot awata Jembatan pada 1977, kemudian novel Mencoba Tidak Menyerah (1980), kumpulan sajak Sajak Sikat Gigi (1983).

Apresiasi dan kemenangan lainnya juga dia raih sebelumnya, seperti Arjuna Mencari Cinta nan dinobatkan sebagai Bacaan Remaja Terbaik 1977 oleh Yayasan Buku Utama. Ia pun merilis Arjuna Mencari Cinta II (1980).

Tak hanya itu, dua novel tersebut juga diterjemahkan ke bahasa Jepang oleh Noriaki Oshikawa dan terbit pada 1995 serta 1996.

Selain menulis novel, sajak, dan cerpen, Yudhistira Massardi juga pernah menulis naskah sinetron, seperti Kerikil Putih (1993), Ngidam (1993), Joni Garang (1994).

Yudhistira Massardi diberitakan sempat menyatakan sastra hendaknya seperti musik dangdut, ialah karya nan kudu dapat menjangkau publik sebanyak-banyaknya. Menurutnya, karya sastra berbobot bisa berkomunikasi dengan pembacanya.

Selain menerbitkan banyak karya sastra, Yudhistira pernah menjadi redaktur majalah Le Laki (1976-1978), majalah Tempo (1979-1981), majalah Jakarta Jakarta (1985-1987), majalah Editor (1988), dan majalah Gatra.

Yudhistira Ardi Nugraha Moelyana Massardi lahir di Karanganyar pada 28 Februari 1954. Ia sekarang meninggalkan sang istri, Siska, dan tiga anaknya; Iga Massardi, Matatiya Taya, dan Kafka Dikara.

Jenazah Yudhistira Massardi disemayamkan di Pondok Pekayon Indah, Bekasi Selatan.

(chri)