Alasan Hasbi Hasan Divonis Lebih Rendah: Mengabdi 31 Tahun di MA

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 03 Apr 2024 14:41 WIB

Vonis 6 tahun penjara untuk Sekretaris MA nonaktif Hasbi Hasan lebih rendah dari tuntutan pidana 13 tahun dan 8 bulan penjara atas kasus suap dan gratifikasi. Sekretaris MA nonaktif Hasbi Hasan divonis 6 tahun bui di kasus suap dan gratifikasi. (Tangkapan layar youtube Mahkamah Agung Republik Indonesia)

Jakarta, CNN Indonesia --

Majelis pengadil Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat mempertimbangkan masa pengabdian selama 31 tahun di Mahkamah Agung (MA) RI saat menjatuhkan balasan enam tahun penjara terhadap Sekretaris MA nonaktif Hasbi Hasan.

Menurut hakim, segala kontribusi dan prestasi Hasbi selama bekerja di MA layak dipertimbangkan.

"Menimbang, bahwa terhadap lamanya pidana nan bakal dijatuhkan ini, majelis pengadil perlu mempertimbangkan masa pengabdian terdakwa kepada negara di lembaga Mahkamah Agung RI nan lebih kurang 31 tahun lamanya, dan selama pengabdian tersebut terdakwa tidak pernah melakukan perbuatan tercela ataupun tidak pernah dikenakan tindakan indisipliner apalagi melanggar hukum," ujar pengadil ketua majelis Toni Irfan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (3/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan selama menjabat sebagai pejabat struktural telah banyak kontribusi dan prestasi nan telah terdakwa torehkan alias sumbangkan kepada lembaga Mahkamah Agung," lanjut hakim.

Dengan argumen tersebut, pengadil tidak sepakat dengan jaksa KPK nan mau Hasbi dihukum dengan pidana 13 tahun dan 8 bulan penjara atas kasus suap pengurusan perkara dan penerimaan gratifikasi.

Dalam menjatuhkan putusan tersebut, pengadil juga mempertimbangkan sejumlah perihal nan memberatkan dan meringankan. Keadaan memberatkan ialah perbuatan Hasbi tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Perbuatan Hasbi merusak kepercayaan masyarakat terhadap MA RI dan Hasbi sebagai orang nan menghendaki untung dari tindak pidana.

Sedangkan keadaan meringankan adalah Hasbi belum pernah dihukum, mempunyai tanggung jawab terhadap keluarga, dan bersikap sopan di persidangan.

Hasbi dinilai terbukti melanggar Pasal 12 huruf a jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 12 huruf B jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Hasbi bersama-sama dengan Dadan Tri Yudianto selaku mantan Komisaris Independen Wijaya Karya (Wika) terbukti menerima suap senilai Rp11,2 miliar mengenai pengurusan perkara Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana.

Suap diberikan oleh Debitur KSP Intidana Heryanto Tanaka dengan maksud agar Hasbi berbareng Dadan mengupayakan pengurusan perkara kasasi Nomor: 326K/Pid/2022 atas nama Budiman Gandi Suparman selaku Pengurus KSP Intidana dapat dikabulkan oleh pengadil agung nan memeriksa dan mengadili perkara serta agar perkara kepailitan KSP Intidana nan berproses di MA dapat diputus sesuai kemauan Heryanto.

Selain itu, Hasbi disebut terbukti menerima gratifikasi berupa uang, akomodasi perjalanan wisata dan penginapan nan seluruhnya senilai Rp630.844.400.

(ryn/DAL)

[Gambas:Video CNN]